Jumat, 25 Maret 2011

Selamat Ulang Tahun yg ke 3 Arya

Adakah yang kangen aku posting tentang batita lucu?,, Yup di hari ini gelar batita pas banget buat dia, karena tgl 25 Maret ini dia pas berumur tiga tahun. Selamat ulang tahun Aryaaa,,


Acara perayaan kecil2an di sekolah barunya, Bukit Aksara bersama 6 orang teman sekelasnya. Dibimbing para pengajar, teman2 imutnya mengucapkan selamat, nyanyi lagu ulang tahun, dan tentunya berdoa buat Arya. Lucu n gemes rasanya ngelihat mereka dengan patuhnya mengulangi ucapan pengajarnya saat dipimpin doa,, mereka semua tak lupa memejamkan mata, khas orang dewasa saat berdoa. Hehehe,,

Kasihan Arya, di hari berbahagia ini dia lagi ga fit. Umbel terus meler di hidungnya, membuat pengasuh/orang tuanya setiap 5 menit, menyeka hidungnya yang kemerahan itu. Mata kirinya juga lagi bentol kecil,, Aduh aduh,,

Aku, adekku, mbakku n anaknya juga ikut berpartisipasi di sana, aku sebagai tukang foto juga sih. Ni hasil jepretanku mengabadikan acara spesial itu:








Malamnya, si Arya n ortu mampir ke rumahku,, kebetulan aku lagi mbuka facebook di laptopku, dan lagi buka sesi foto pas kkn yang lagi rame2. Aku tantang deh batita itu buat nebak yang mana sih tantenya (alias aku) diantara 29 orang yang lagi mejeng dengan baju sama itu. Aku sih pesimis dia bisa nunjuk yang mana aku, secara di foto itu aku masih kurus banget n lagi gak pake kacamata (beda lah ma fisikku sekarang). Tangan telunjuknya yang kecil menyusuri perlahan wajah2 yang ada di layar laptopku, dan berhenti dengan mantap dan berseru, "Ini Tante Andin!". Dan benar dia menunjuk fotoku. Aku mengelus rambutnya dengan senang, "Arya pintar," pujiku.


Dan disaat dia pamit pulang n kuminta ciuman di pipiku. CUP. Terus dia nyengir, "kena umbelku", katanya. Yealaaahh,,

Sekali lagi, selamat ulang tahun Arya. Semoga sehat selalu, dan bisa menjadi anak yang sholeh, patuh pada orang tua, pintar dan cerdas, dan menjadi orang yang hebat kelak. Amiiin,,

Senin, 07 Maret 2011

Alhamdulillah Saya Lulus Ujian Kompetensi

Tepatnya tgl 23 -2-2011 jam 9.45 ada sms masuk ke hape N76ku, dari Nanan bertuliskan, "Alhmdlh 2004 lulus smua... Alhamdulillah ya Allahhhh :)"

Aku yang bangunnya kesiangan jadi telat baca smsnya. Buka mata masih sipit-sipit lengket belek, mbaca sms dg susah payah. Langsung ngecheck twitter di laptop yang dari kemarin malem lupa aku matiin, jadinya online terus. Di twitter, udah ada perayaan, n saling mengucapkan selamat. Jadi benar adanya, Alhamdulillah aku lulus *sujud syukur*



Senang karena seangkatanku 2004 yang ujian kemarin lulus semua, tapi sedihnya ada kakak angkatanku yang belum lolos kali ini. Semoga ujian kali depan mereka bisa. Bisa!

Selasa, 01 Maret 2011

Kertas Selama 6 Tahun itu Berharga 100Ribuan

Selama 6 tahunan bergelut jadi mahasiswa, banyak kertas dan buku yang terlibat dalam keseharianku. Membuat makalah butuh kertas, buat dsc (*dental study club) butuh kertas, buat laporan butuh kertas, buat corat coret aja juga butuh kertas. Kertas-kertas tadi juga ada yang berbentuk buku tulis, dsc yang udah dijilid rapi, kertas hasil print yang gagal, majalah lama yang udah gak dibaca, kertas transkrip nilai, de el el.

Saat packing buat pindah, harus tega memutuskan membuang semua kertas-kertas itu terutama dsc yang udah dijilid rapi. Teringat saat ngumpulin dsc tiap episode, ngeprint sampulnya, dan akhirnya ke tempat foto kopi buat njilidin 3ribu/dsc, jadi sayang kan mbuangnya. Tapi kalau dipikir-pikir lagi ke depannya, kayaknya klo gak dibuang juga buat apa, menuh-menuhin rumah ntar, dan kemungkinan besar ga akan aku baca lagi. Kalau buku sih emang aku simpen. Jadi akhirnya aku mbuang segepok dsc rapi dari mata kuliah kayak kedokteran dasar (biokim, anatomi, pat.anatomi, pat.klinik, ilmu mata, ilmu jiwa, faal, histologi), ada juga buku/dsc sosiologi, kewarganegaraan, komunikasi, fisika, kimia, biologi. Buku kedokteran gigi dasar juga ikut terseleksi, aku buangin dsc teknologi ked gigi, anestesi, dental anatomi. Bagi yang gak disebut, artinya mereka lolos seleksi alam n tetap kusimpan. Chukae (*congrats),,

Dan dari kesemua itu, numpuklah kertas2 n buku2 yang kalah seleksi alam tadi. Aku memutuskan untuk menggadaikan di suatu penadah kertas.Tapi dimana? Dulu pernah sih aku ngiloin kertas karena kebetulan ada mbah-mbah lewat kos yang emang ngiter buat beli kertas bekas. Tapi harga yang dia tawarkan hanya Rp.1000/kg, dan timbangan yang dia bawa juga ga meyakinkan (timbangan bayi posyandu). Tapi gak papa, buat bantu ibunya. Tapi aku gak pernah nglihat ibunya datang lagi ke area kosku.

Aku mencari tempat lain, dan dapat info dari temanku tentang lokasi untuk jual kertas2 bekas di Jogja, di daerah Jombor. Jadi dari jalan masuk terminal Jombor (gapura Jombor), terus aja, sampai sebelum tempat jual sate yang terkenal itu, di kanan jalan. Tempatnya kayak gudang, ada beberapa truk besar parkir di depannya, ngangkutin kertas n kardus.

Sebelumnya, aku udah diberitahu temenku tadi untuk nyortir kertasnya terlebih dahulu dari rumah. Dipisahkan antara kertas putih n kertas campur. Kertas putih itu kayak kertas fotokopian, kertas ngeprint, kertas dsc, kertas hvs gitu deh. Kertas campur itu bisa kertas buram, kertas licin, sampul buku, majalah, buku komik, buku tulis. Jadi kalau ada dsc dari kertas putih tapi udah dijilid, mendingan sampulnya dicopot, biar isinya diitung kertas putih, kalau gak, malah dihitung sebagai kertas campur yang harganya lebih murah. Aku dengan semangat nyortir, nyobekin sampul sampe keringat mengucur deras di hari yang sumuk itu.

Setumpuk kertas berkilo-kilo udah diangkut di dalam mobil. Siap meluncur ke lokasi, ditemanin pacar.

Sampai di tempat penadah kertas di Jombor itu, kertas-kertas yang udah takpisahin, langsung ditimbang berdasar jenisnya. Mbak-mbak yang njaga disitu juga udah gak meriksa detailnya, mungkin dianggap aku udah biasa nggadaiin kertas dan udah tahu aturannya karena melihat kertasku yang sudah disortir. Plus gayaku yang hap hap hap meyakinkan dan gak canggung. Hohoho.

Timbangan yang dipake kayak timbangan buat nimbang karung beras. Setelah ditimbang, hasilnya, kertas campurku beratnya 18 kg + kertas putih beratnya 34 kg. Jadi totalnya 52kg. Wow, banyak juga ya. Padahal awalnya aku mengira keseluruhan beratnya cuma 20kg'an lho. Bangga (?)

Mbaknya ngasih kertas hasil timbangan tadi, dan aku disuruh ke kasir buat dihitung n ngambil uangnya. Dan eng ing eng aku dapet Rp.100.700,-. Jadi rinciannya, kertas putih dihargai Rp.2300/kg dan kertas campur Rp.1250/kg. Alhamdulillah.

Di mobil saat perjalanan pulang, aku senyum-senyum bahagia melihat uang biru 50.000 dua lembar, sampe pacarku jadi geli lihat aku. Hasil keringatku sendiri, dalam artian sebelumnya. Hehehe.

*pict taken from noviaji14.blogspot



UPDATE : 
Satu tahun kemudian aku kembali ke kota Gudeg buat melanjutkan studiku. Dan akhirnya setelah 2,5 tahun studi, berulang lagi ritual jualin kertas bekas. Tapi tempatnya berbeda, walau masih dalam satu area Jombor, yaitu di U.D Sregep, bigger place, better service. Link ceritanya klik disini.

Kamis, 03 Februari 2011

Keluarga Pengembara

Pukul 10 malam aku kembali lagi ke rumah. Rumah besar ala sinetron itu tampak sepi sekarang. Rumah itu sudah kehilangan penghuni tetapnya lagi, mbakku-suaminya-dan putra mereka. Malam ini aku menghadiri acara syukuran rumah baru mereka.

Dalam perjalanan hidup keluargaku, kami memang sudah sering saling berpisah rumah. Pekerjaan kepala keluarga seorang banker, menuntut kami berpindah-pindah dalam frekuensi yang sering n jangka waktu yang pendek juga. Hidup kami nomaden selama kurang lebih 6 tahun.

Empat orang anak montok dilahirkan dari rahim ibu tercintaku, di Semarang kota Atlas. Setelah beberapa tahun meniti karir di Bank Semarang, bapakku di pindah juga. Tujuan pertama di Magelang. Tapi ibu dan 4 anak montok tadi tidak ikut menemani sang bapak, dengan pertimbangan Semarang-Magelang masih cukup teraih. Jadilah sang bapak ke Semarang ketika weekend, atau terkadang sang ibu membawa anak-anak montoknya ke Magelang naek bus.

Setelah menyukseskan Bank Magelang, sang bapak digeser ke tempat lain. Kali ini ke Bank Kebumen. Cukup ndeso klo didengar dari namanya. Dan dari namanya, kota ini masih masuk kawasan Jawa Tengah. Kepindahan kali ini memecah kami lagi. Tapi kali ini yang ditinggal adalah anak montok pertama, padahal saat itu dia baru kelas 6 SD. Aku juga ga tau kenapa si montok satu memilih untuk menetap di Semarang - mungkin karena sebentar lagi kelulusan SD. Montok satu emang mandiri dan hebat dari kecil. Jadilah kami sekeluarga berduyun-duyun ke Kebumen, dan menitipkan montok satu ke salah satu teman dekaaaaat sang bapak.

Dua tahun di Kebumen, dan di saat itu



berasmbung, lupa2 gitu, aku tanya2 bapakku dulu riwayat kami

Selasa, 01 Februari 2011

Sebuah Kisah Klasik

27 JANUARI 2011
Acara syukuran bersama teman2 seperjuangan, FKG UGM 2004. Semua datang bersandang sesuai dresscode : merah-kunig -hijau. Jadilah kami rame-rame di RM Lombok Idjo memberi warna cerah di tempat itu, secerah lampu trafficlight. Hehe.
Saling memberi selamat, saling mendoakan, ada yang berpamitan juga. Semoga kesuksesan menjadi milik kita semua teman. Amiin.




Dilanjutkan pergi ke Pasar Malam Sekaten. Dengan berpakaian mayoritas merah, cukup menyodok mata orang-orang. Dan akhirnya setelah 6 tahunan tinggal di Jogja, setelah 4 kali mengunjungi sekaten, baru kali ini aku akhirnya naek wahana mereka, namanya apa ya, pokoknya sensasi naek gasing tapi berombak. Alhasil setelah capek tereak2, diputer-puter, dan sukses mual setelah maen wahana itu. Tapi SERU.




28 JANUARI 2011
Sekarang giliran bareng temen kelompok koassku. Agenda hari itu : Foto Fresco - Makan - Karaoke. Foto Fresco yang idih bagiku, gara-gara pas foto aku lepas kacamata, dan mataku tampak kecil tertempel di wajah besarku, akibatnya kayak sipit gitu mataku. (ntar klo dah jadi aku upload d).

[UPDATE FOTO] Akhirnya Ijan udah upload fotonya di FB. Aku share jg d blogku :


Selesai foto-foto, kami makan di warung sederhana, n lanjut karaokean. Satu jam cuap cuap di ruang kapasitas 6 orang itu, diakhiri lagu bertema sahabat. Sahabat sejati (SOS), lagu yang mengena banget untuk sahabat2 perjuanganku, kalian.



  • Sahabat Sejati


    Sahabat sejatiku, hilangkah dari ingatanmu
    Di hari kita saling berbagi
    Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu
    Kuperlihat semua hartaku
    Kita s’lalu berpendapat, kita ini yang terhebat
    Kesombongan di masa muda yang indah
    Aku raja kaupun raja
    Aku hitam kaupun hitam
    Arti teman lebih dari sekedar materi


    Reff.
    Pegang pundakku, jangan pernah lepaskan
    Bila ku mulai lelah… lelah dan tak bersinar
    Remas sayapku, jangan pernah lepaskan
    Bila ku ingin terbang… terbang meninggalkanmu
    Ku s’lalu membanggakanmu, kaupun s’lalu menyanjungku
    Aku dan kamu darah abadi
    Demi bermain bersama, kita duakan segalanya
    Merdeka kita, kita merdeka

    Tak pernah kita pikirkan
    Ujung perjalanan ini
    Tak usah kita pikirkan
    Akhir perjalanan ini


http://musiklib.org/Sheila_On_7-Sahabat_Sejati-Lirik_Lagu.htm

  • Sahabat Sejati


    Sahabat sejatiku, hilangkah dari ingatanmu
    Di hari kita saling berbagi
    Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu
    Kuperlihat semua hartaku
    Kita s’lalu berpendapat, kita ini yang terhebat
    Kesombongan di masa muda yang indah
    Aku raja kaupun raja
    Aku hitam kaupun hitam
    Arti teman lebih dari sekedar materi


    Reff.
    Pegang pundakku, jangan pernah lepaskan
    Bila ku mulai lelah… lelah dan tak bersinar
    Remas sayapku, jangan pernah lepaskan
    Bila ku ingin terbang… terbang meninggalkanmu
    Ku s’lalu membanggakanmu, kaupun s’lalu menyanjungku
    Aku dan kamu darah abadi
    Demi bermain bersama, kita duakan segalanya
    Merdeka kita, kita merdeka

    Tak pernah kita pikirkan
    Ujung perjalanan ini
    Tak usah kita pikirkan
    Akhir perjalanan ini


http://musiklib.org/Sheila_On_7-Sahabat_Sejati-Lirik_Lagu.htm


Sheila On Seven - Sahabat Sejati

Sahabat sejatiku, hilangkah dari ingatanmu
Di hari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu
Kuperlihat semua hartaku

Kita slalu berpendapat, kita ini yang terhebat
Kesombongan di masa muda yang indah
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekedar materi

Pegang pundakku, jangan pernah lepaskan
Bila ku mulai lelah lelah dan tak bersinar
Remas sayapku, jangan pernah lepaskan
Bila ku ingin terbang terbang meninggalkanmu
Ku slalu membanggakanmu, kaupun slalu menyanjungku
Aku dan kamu darah abadi
Demi bermain bersama, kita duakan segalanya
Merdeka kita, kita merdeka

Tak pernah kita pikirkan
Ujung perjalanan ini
Tak usah kita pikirkan
Akhir perjalanan ini
  • ak pernah kita pikirkan